banking transformation

Sejak dimulainya era global market, interaksi antar sesama dapat dilakukan tanpa harus berinteraksi secara langsung (face to face). Hal ini dikarenakan hubungan interaksi bisa saja diselesaikan melalui dunia maya atau yang sering disebut internet. Maraknya jejaring sosial atau social network adalah merupakan ciri dari kemajuan teknologi berbasis internet atau online seperti facebook, twitter, linkedin dan masih banyak lagi yang semuanya mengandalkan kemajuan teknologi terkini.

Dukungan teknologi yang berkembang pesat memungkinkan semua aktifitas bisnis maupun non-bisnis dapat dilakukan tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu dengan sangat cepat. Konsep transformation ini juga sangat berdampak kepada perkembangan sektor bisnis perbankan.

Beberapa bank kelas dunia seperti BNP Paribas, Deutsche Bank, dan lain-lain sudah mulai melakukan transformasi core banking sejak tahun 1999 dimana terjadi pembenahan aplikasi dari sebelumnya banyak aplikasi stand alone, menjadi integrated application dalam satu core banking.

Beberapa alasan yang menyebabkan bank melakukan transformasi bisnis adalah :

  1. Legacy system tidak lagi dapat mendukung perkembangan bisnis bank
  2. Komponen aplikasi yang tidak memungkinkan untuk melakukan efisiensi terhadap seluruh kebutuhan perbankan
  3. Kehilangan kesempatan untuk berkompetisi dengan bank lain
  4. Adanya issue terkait dengan perubahan regulasi dan resiko bisnis

Survey yang dilakukan oleh Ernest & Young Global Consumer Banking Survey tahun 2011 di beberapa Negara seperti Eropa, Amerika, Amerika Latin, Jepang, Kanada, Cina, India dan Afrika Utara menunjukkan tingkat kepercayaan nasabah kepada institusi keuangan atau bank tidak lebih dari 55%.

Dan hasil survey yang dilakukan oleh beberapa lembaga lain juga menunjukkan kompleksitas aplikasi menyebabkan dukungan terhadap growth suatu bank menjadi terhambat. Oleh karena itu untuk menunjang perkembangan teknologi seiring dengan kompetisi meraih pasar, perlu dilakukan proses transformasi.

Hasil survey yang di lakukan oleh IBM Institute pada tahun 2009 kepada sejumlah bank menunjukkan statistic data sebagai berikut :

Dampak positif yang dirasakan oleh bank secara langsung pada dengan proses transformasi adalah sebagaimana digambarkan dalam gambar berikut ini.

3 hal yang penting dalam melakukan proses transformasi teknologi untuk mendapatkan hasil yang maksimal adalah sebagaimana digambarkan dalam diagram di bawah ini.

Inilah yang dinamakan Banking Transformation. Merubah paradigma dunia perbankan bagi customer dengan memberikan kemudahan tanpa batas yang disertai dengan dukungan teknologi yang memungkinkan suatu bank dapat melakukan segala aktifitas bisnis dan berkompetisi serta berkembang seiring kemajuan teknologi terkini.

Keuntungan customer terkait dengan adanya proses transformasi di dunia perbankan diantaranya adalah :

  • Semua elemen pengalaman nasabah terhadap investasi, inovasi produk dan pelayanan serta etos kerja di bank menumbuhkan keinginan untuk tetap mendapatkan yang terbaik dari bank tersebut (Brand enhancement programs).
  • Hubungan personal terhadap kebutuhan terhadap produk perbankan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan nasabah akan lebih bisa memberikan persepsi yang baik terhadap brand tertentu (Personalizing banking).
  • Transparansi dan penempatan nasabah sebagai salah satu kekuatan sales yang dimiliki oleh bank serta model insentif yang mungkin bisa diterapkan oleh bank merupakan penghargaan tersendiri kepada nasabah yang merasa menjadi bagian dari bank itu sendiri. (Create brand ambassadors).
  • Adopsi social media dengan pendekatan improvisasi persepsi terhadap brand dan sistem konsultasi online untuk setiap kebutuhan nasabah menjadi bagian penting dalam menjamin kemudahan nasabah mendapatkan layanan perbankan (Embrace online innovation).
by Eko Priyanto – Head of Marketing & Communications
You can follow him on his twitter @EkpLo